Type something and hit enter

ads here
On
advertise here

Sebagai salah satu platform chat atau pesan instan, WhatsApp merupakan aplikasi yang sangat populer dengan jumlah pengguna aktif diseluruh dunia mencapai 2 miliar pengguna. 

Di Indonesia sendiri, WhatApp menduduki posisi pertama sebagai aplikasi chat dengan pengguna aktif terbanyak, yaitu 84,8 juta pengguna pada tahun 2021. (lihat: sumber)

Selain mudah dioperasikan, tampilan aplikasi yang sederhana dan intuitif, menjadikan WhatsApp sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat. Tak hanya itu, aplikasi ini juga sepenuhnya dapat diakses secara gratis dan tidak ada pop-up iklan-iklan yang mengganggu. 

Namun, dibalik semua kelebihannya, WhatsApp belum memiliki beberapa fitur yang benar-benar dapat meningkatkan kepuasan pengguna secara utuh. 

Oleh karena itu, berikut ini adalah kekurangan atau kelemahan WhatsApp yang perlu diperbaiki dalam pengembangannya dimasa mendatang.

Kekurangan dan kelemahan WhatsApp - Ilmu Online


1. Membatasi Pesan Dari Kontak Tidak Dikenal

Di WhatsApp, siapa pun dapat mengirimi Anda pesan selama mereka memiliki nomor telepon Anda. Ini berarti bahwa pengguna WhatsApp sangat rentan terhadap akun spam dan pelecehan. 

Orang-orang tak dikenal dapat dengan mudah dan sangat bebas mengirimi Anda pesan berupa iklan, penipuan, maupun pesan-pesan berbau pelecehan yang membuat Anda merasa sangat tidak nyaman.

Memang benar, pengguna dapat memblokir nomor-nomor tak dikenal setelah menerima pesan-pesan tersebut. Namun akan lebih nyaman jika pesan dari nomor telepon yang belum disimpan dikontak Anda, seharusnya cukup dimunculkan sebagai "permintaan pesan" yang dapat diterima atau ditolak oleh pengguna.

Saat ini, fitur "permintaan pesan" hanya tersedia di Instagram. Penambahan fitur ini dalam aplikasi WhatsApp akan menjadi fitur tambahan yang sangat mendukung kenyamanan pengguna.

 

2. Belum Ada Pesan Berjadwal

Fitur penjadwalan pesan memungkinkan pengguna untuk menjadwalkan pesan yang akan dikirim pada tanggal atau waktu tertentu, bahkan ketika mereka tidak sedang online sekalipun.

Katakanlah Anda perlu mengingatkan seorang teman untuk melakukan sesuatu pada jam 6 pagi keesokan harinya, tetapi Anda bukan orang yang bisa bangun pagi. Dengan fitur ini, Anda dapat mengetik pesan dan menjadwalkannya untuk dikirim pada waktu tersebut. Teman Anda akan tetap menerima pesan pengingat tersebut, bahkan saat Anda masih tertidur lelap.

Fitur semacam ini tentu akan sangat berguna bagi pengguna WhatsApp, terutama bagi orang-orang dengan aktivitas yang padat. 

Tentu saja, sudah ada aplikasi penjadwalan pesan dari aplikasi lainnya, namun jika WhatsApp memiliki fitur ini di dalamnya, maka pengguna akan jauh lebih nyaman.


3. Belum Ada Fitur Catatan Pribadi

Hingga saat ini, WhatsApp tidak menyediakan ruang bagi pengguna untuk membuat catatan pribadi, membuat daftar, menyimpan tautan, dan keperluan catat-mencatat lainnya.

Padahal, jika disandingkan dengan aplikasi saingannya, terutama Signal, maka WhatsApp terbilang masih kalah lengkap. Signal sendiri telah dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan Anda untuk membuat catatan dan menandainya. Catatan tersebut kemudian disinkronkan di seluruh perangkat Anda yang tertaut, sehingga membuatnya sangat mudah diakses.

Fitur semacam ini akan sangat dihargai oleh pengguna yang berorientasi pada produktivitas. Oleh karena itu, kedepannya WhatsApp perlu mempertimbangkan untuk menambahkan fitur ini kedalam aplikasinya.


4. Belum Ada Fitur "Tak Terlihat"

Tidak peduli berapa banyak pengaturan visibilitas yang Anda pilih, WhatsApp tetap menunjukkan "status online" ke orang-orang yang tersimpan dikontak Anda. Dan belum ada fitur WhatsApp yang bisa mematikan atau menyembunyikan hal ini.

Hingga saat ini, WhatsApp hanya memiliki fitur "terakhir dilihat" yang dapat dihidupkan atau dimatikan untuk menyembunyikan waktu terakhir Anda menggunakan aplikasi ini. Namun, ketika anda sedang menggunakan WhatsApp, status "online" tetap akan muncul di profil Anda.

Tidak adanya fitur untuk mematikan "status online" ini sangat menjengkelkan bagi sebagian besar pengguna WhatsApp. Terutama bagi Anda yang sedang mencoba menghindari komunikasi dengan seseorang, namun disatu sisi tidak ingin memblokirnya. 

Seandainya WhatsApp memiliki fitur ini, maka Anda dapat membuka aplikasi dan tetap bisa menghindari percakapan yang tidak diinginkan.


5. Belum Bisa Membuat Grup Kontak

Disini maksudnya bukan fitur membuat grup WhatsApp, tetapi fitur agar pengguna dapat membagi kontak mereka ke dalam beberapa kategori yang berbeda di WhatsApp. Akibatnya, pesan yang muncul paling atas ketika Anda membuka WhatsApp adalah percakapan terbaru.

Adanya fitur semacam ini akan memungkinkan pengguna untuk mengatur nomor yang berbeda dalam kategori yang berbeda, seperti keluarga, kolega, dan teman. Setelah orang-orang dikelompokkan, Anda dapat berbagi konten yang sesuai dengan mereka: konten kerja untuk kolega dan foto keluarga untuk nomor keluarga.

Fitur ini memang tampaknya tidak terlalu penting, namun akan sangat membantu pengguna untuk menciptakan kompartemen mental dan mencapai keseimbangan kehidupan kerja.


6. Belum Ada Fitur Kunci Obrolan Individu

Saat ini, pengguna memang dapat mengunci aplikasi WhatsApp mereka dengan kata sandi atau ID biometrik. Tapi itu bukan solusi untuk menjamin privasi pengguna, karena begitu aplikasi dibuka, siapa pun masih bisa mengakses semua obrolan di WhatsApp Anda.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika WhatsApp memiliki fitur yang mengizinkan pengguna mengunci obrolan individu atau memiliki opsi biometrik tambahan atau kunci pin untuk obrolan atau percakapan tertentu. Dengan begitu, obrolan pribadi pengguna akan sangat terlindungi bahkan ketika pihak ketiga mendapatkan akses ke WhatsApp Anda.

Fitur ini terutama akan sangat berguna pada akun WhatsApp Business bersama.


7. Belum Mendukung Akun Ganda

Saat ini, sebagian besar smartphone telah mendukung penggunaan dua SIM dalam satu perangkat, tetapi WhatsApp hanya mengizinkan satu akun per perangkat. Tentu saja, hal ini karena pengguna mendaftar di platform ini dengan nomor telepon mereka.

Tapi, keterbatasan ini sangat tidak nyaman bagi mereka yang ingin memisahkan penggunaan WhatsApp untuk tujuan yang berbeda. Misalnya, satu nomor ingin digunakan untuk urusan pekerjaan dan satu nomor lagi digunakan untuk keperluan pekerjaan.

Kalaupun saat ini pengguna bisa membuat akun ganda, tapi harus melalui aplikasi pihak ketiga atau membuat duplikat aplikasi. Namun hal ini sangat beresiko serta tidak instan karena harus buka tutup aplikasi terlebih dahulu.

Alangkah baiknya jika WhatsApp dilengkapi dengan fitur untuk mendukung pembuatan ganda dalam satu aplikasi, seperti fitur yang terdapat pada Instagram.


8. Hapus Peringatan "Pesan Ini Telah Dihapus"

Di waktu dan situasi tertentu, sengaja atau tidak sengaja, Anda pasti pernah salah mengirim sebuah pesan atau merasa isi pesan tersebut tidak tepat untuk disampaikan. Akhirnya berusaha untuk menghapus pesan tersebut sebelum dibaca oleh penerimanya.

Dalam kasus ini, WhatsApp telah memiliki fitur untuk membatalkan atau menghapus pesan tersebut. Namun sayangnya, WhatsApp tetap memberikan semacam peringatan kepada penerima bahwa Anda telah menghapus sebuah pesan: "Pesan Ini Telah Dihapus"

Adanya peringatan seperti itu banyak membuat pengguna WhatsApp tidak nyaman. Oleh karena itu, perubahan ideal yang dapat ditempuh WhatsApp kedepannya adalah menyediakan fitur menghapus pesan tanpa harus diikuti oleh peringatan bahwa pesan tersebut telah dihapus oleh pengirimnya.


9. Belum Ada Fitur Menyukai Status

Seperti kebanyakan sosial media, WhatsApp juga memiliki fitur dimana para pengguna dapat mengupload sebuah foto, video, teks, maupun tautan menjadi sebuah "status". Namun sayangnya, belum ada fitur "like" status tersebut.

Untuk meningkatkan interaksi antar pengguna, kedepannya WhastApp perlu menambahkan fitur ini dimana pengguna cukup mengetuk ikon hati di bawah pembaruan status untuk menyukainya, seperti yang ada di Instagram.


10. Belum Ada Musik Di Pembaruan Status

Saat ini, pengguna tidak dapat menambahkan musik ke pembaruan status mereka. Satu-satunya cara jika pengguna ingin menambahkan musik adalah dengan terlebih dahulu mengedit foto atau video di aplikasi pihak ketiga. 

Sebenarnya, fitur ini tidak mungkin ditambahkan ke WhatsApp, mengingat platform ini lebih berfokus pada perpesanan, tetapi akan lebih keren jika pengguna dapat menambahkan trek musik dalam status mereka seperti yang bisa dilakukan di instagram dan facebook.


Mewujudkan Pengalaman Pengguna WhatsApp yang Lebih Baik

Basis pengguna aplikasi WhatsApp mencakup berbagai demografi, termasuk usia, pendidikan, pemahaman teknologi, dan kesenjangan ekonomi.

Keragaman ini mengharuskan Meta, sebagai perusahaan induknya, untuk dapat mencapai keseimbangan yang baik saat memutuskan menambahkan fitur baru mana yang akan ditambahkan ke WhatsApp. Fitur tersebut harus sederhana, fungsional, dan kompatibel dengan perangkat yang berbeda. 

Negara-negara tertentu juga memiliki aturan teknis berbeda yang mengatur apa yang diperbolehkan, sehingga WhatsApp memang memiliki tugas yang cukup rumit. Tetapi rintangan ini seharusnya tidak menyurutkan perusahaan untuk memperkenalkan lebih banyak fitur untuk meningkatkan pengalaman pengguna di WhatsApp yang lebih baik dimasa mendatang.

0 comments

Silakan berkomentar dengan saling menghargai satu dengan yang lainnya