Sejarah Sebagai Peristiwa
Sejarah Sebagai Kisah
Sejarah Sebagai IImu
Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu :
Sejarah sebagai peristiwa, maksudnya bahwa peristiwa-peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Dalam pengertian ini, kita bisa mengambil garis besar bahwa peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau menjadi sangat penting dalam pembahasan ilmu sejarah. Melalui peristiwa, ilmu sejarah mendapat gambaran tentang kehidupan manusia pada masa lampau. Sejarah sebagai peristiwa yang telah terjadi pada waktu lampau telah otomatis membuat kita tidak mungkin lagi mengamatinya saat ini secara langsung. Dalam hal ini, yang bisa kita amati hanyalah sejarah dalam bentuk kisah-kisah.
Kejadian atau peristiwa yang terjadi pada waktu yang lampau dapat kita jadikan dasar untuk merekonstruksi atau menggambarkan bagaimana kehidupan pada masa itu. Disinilah kita akhirnya dapat mengetahui sebab akibat mengapa peristiwa itu terjadi.
![]() |
| Penemuan bukti sejarah |
Sejarah sebagai kisah adalah suatu hasil karya, cipta, dan penelitian ahli-ahli yang kemudian menuliskannya.
Ada juga yang berpendapat bahwa, Sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkap kembali berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Apapun hasil cipta karya manusia selama ini merupakan bukti yang menunjukan kehidupan manusia yang dinamis. Membicarakan sejarah sebagai sebuah kisah tidak akan pernah terlepas dari pembahasan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sejarah sebagai sebuah kisah adalah hasil karya, cipta, dan penelitian berbagai ahli yang kemudian menulisnya.
Dalam penulisannya tersebut, seorang ahli harus benar-benar menafsirkannya dengan metode analisis dan pendekatan tertentu. Sehingga rekonstruksi peristiwa pada masa lampau dapat dipertanggungjawabkan.
Karena hal ini, biasanya para sejarawan menuliskan sejarah sebagai sebuah kisah dengan menggunakan dasar jejak-jejak yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai suatu peristiwa. Jadi kamu harus selalu ingat bahwa peninggalan jejak-jejak sejarah yang berisi rangkaian kehidupan atau kejadian dalam kehidupan manusia pada masa lampau menjadi sumber yang sangat penting dalam penulisan kisah sejarah.
Sejarah sebagai ilmu artinya sejarah merupakan sebuah pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian yang dilakukan secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai suatu peristiwa masa lampau.
Ada beberapa teori para ahli yang mendukung sejarah sebagai suatu ilmu, yakni menurut C.E. Berry yang mengatakan bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan, tidak lebih dan tidak kurang. Kemudian York Powell yang pernah berteori bahwa sejarah bukanlah sekedar suatu cerita yang indah, instruktif, dan mengasyikan, melainkan suatu cabang ilmu pengetahuan.
Dalam hal ini, sejarah dianggap sebagai suatu ilmu pengetahuan karena sejarah memiliki syarat-syarat sebagai ilmu, yakni ada masalah yang menjadi objek, ada metode, tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran yang rasional, dan kebenaran yang bersifat objektif.
Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu :
- Objek kajian sejarah ialah kejadian-kejadian dimasa lalu yang merupakan sebab akibat.
- Adanya metode sejarah yang menghubungkan bukti-bukti sejarah
- Kisah sejarah tersusun secara sistematis dan kronologis (urutan waktunya tertata rapi)
- Kebenaran atau faktanya diperoleh dari kegiatan penelitian sumber yang disusun secara rasional dan kritik atau penilaian yang sistematis.
- Karena setiap orang dapat memadang setiap peristiwa berbeda-beda, maka awalnya kebenaran fakta sejarah dapat bersifat subjektif. Namun, fakta kebenaran yang dimaksud objektif disini adalah bahwa fakta sebuah sejarah diakui dan diterima oleh sebagaian besar sejarawan dan masyarakat secara luas.
Nama George Macauly Travelyan dikenal sebagai pencetus dan penganjur pertama kali agar sejarah sebagai seni. Hal ini karena menurutnya, menulis sebuah peristiwa sejarah bukanlah hal yang mudah dan bisa dilakukan sembarangan orang. Menulis peristiwa sejarah membutuhkan imajinasi dan seni dari penulisnya. Dalam hal ini George meyakini bahwa penulisan sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, dan menarik, sehingga isinya benar-benar bisa dipahami dengan mudah.
Pemikiran ini mengharuskan dalam penulisan sejarah diperlukan seni yang bisa membuat suatu peristiwa sejarah dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan. Dengan ini, dapat kita simpulkan bahwa selain memiliki sisi ilmiah, sejarah juga mengandung elemen seni.
Demikianlah pembahasan kita terkait materi pengetahuan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni yang berhasil DuniaIPS.com rangkum. Semoga bermanfaat bagi temen-teman yang sedang mempelajari sejarah saat ini. Salam AnakIPS!

0 comments
Silakan berkomentar dengan saling menghargai satu dengan yang lainnya